Kristi Eka Arummi

MASA DEPAN ADALAH MILIK MEREKA YANG PERCAYA PADA KEINDAHAN MIMPI-MIMPI MEREKA...

"The Future Belongs To Those Who Believe In The Beauty Of Their Dreams"

WELCOME TO KITTIW BLOG

Rabu, 26 Maret 2014

PENGERTIAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Macam-macam Pengertian Etika :
• Menurut Martin (1993) : etika adalah semacam standar yang mengatur tingkah laku   pergaulanmanusia dalam kelompok sosial 
• Menurut para ahli, maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalampergaulan antara sesamanya, SERTA menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
• Drs O.P. SIMORANGKIR : Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilakumenurut ukuran dan nilai yang baik.
• Drs. SIDI GAJALBA (dalam sistematika filsafat) : Etika adalah teori tentang tingkah lakuperbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan olehakal.
• Drs. H. BURHANUDIN SALAM : Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dannorma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

Berikut adalah contoh etika dari beberapa kegiatan yang biasa dilakukan :

1. Etika dalam menggunakan handphone
    Hp atau Handphone adalah perangkat telekomunikasi yang memiliki banyak manfaat dan mudah dalam pengoperasian. Namun untuk mendapatkan sebuah manfaat yang berdapat positif, pengguna harus beretika ketika menggunakan teknologi tersebut dengan cara melihat lingkungan sekitar, seperti :
- Tempat yang sesuai untuk menggunakan handphone, seperti tempat ibadah,  gedung bioskop, ruang kelas dan lain-lain. Jadi pengguna harus mengetahui apakah tempat tersebut akan terganggu ketika pengguna menggunakan handphone.
- Volume suara pengguna ketika melakukan pembicaraan menggunakan handphone. Jadi pengguna harus menggunakan volume suara yang normal ketika melakukan pembicaraan menggunakan handphone agar tidak menarik perhatian dan tidak mengganggu orang-orang yang berada disekitar anda.
- Tema pembicaraan. Ketika pengguna berada ditempat umum, diusahakan untuk tidak melakukan pembicaraan yang bersifat pribadi karena jika dilakukan didekat orang lain, akan membuat orang lain mau tidak mau mendengarkan pembicaraan pribadi pengguna. Jika pembicaraan tersebut harus dilakukan, maka lakukanlah pembicaraan tersebut ketika keluar dari tempat tersebut.
- Waktu ketika menerima panggilan dari handphone. Jika pengguna handphone sedang melakukan perbincangan langsung dengan orang lain, disarankan agar tidak menerima panggilan telepon ketika ditengah perbincangan karena hal tersebut kurang menunjukkan etika dan respek terhadap lawan bicara yang sedang berhadapan langsung kecuali panggilan tersebut sangat penting, jadi pengguna mau tidak mau harus memotong perbincangan tersebut.
- Ketika menerima telepon, pengguna diwajibkan untuk focus kepada lawan bicaranya agar pembicaraan tersebut tidak berujung kearah kesalahpahaman.
- Ketika melakukan wawancara, pertemuan, presentasi, dan ketika melakukan penerbangan, diwajibkan bagi pengguna untuk mematikan handphone tersebut agar kegiatan tersebut tidak terganggu atau handphone tersebut tidak mengalami kerusakan ketika dalam penerbangan.
- Pilihan antara menggunakan sms atau telepon. Hal tersebut harus didasari dari kebutuhan pengguna, jika pengguna membutuhkan respon langsung sebaiknya melakukan telepon langsung. Tetapi jika pengguna merasa respon tersebut tidak dibutuhkan secepatnya sebaiknya pengguna menggunakan sms agar kegiatan yang sedang dilakukan dari kedua pihak tidak terganggu. 


2. Etika dalam chatting
Chatting adalah sebuah media komunikasi yang menggunakan hubungan internet. Biasanya chatting hanya dilakukan oleh dua orang saja. Tapi walaupun kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh dua orang saja dan tidak secara langsung, tetap saja pengguna harus menggunakan etika ketika melakukannya, seperti :
- Ketika melakukan chat, pengguna harus jujur dengan lawan chat agar tidak menimbulkan kekecewaan dikemudian hari.
- Jangan melakukan sebuah keisengan (melakukan buzz) karena bisa saja orang yang sedang diisengi sedang sibuk dengan pekerjaan yang ia lakukan.
- Ketika melakukan chat harus bersikap sopan, seperti mengucapkan salam ketika membuka pembicaraan atau tidak menggunakan kata-kata kasar.
- Jika pengguna merasa terganggu dengan salah satu teman chat, pengguna dapat melakukan update status yang berisikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan pengguna yang tidak boleh diganggu.
- Jangan terlalu lama membalah chat yang sudah masuk, karena lawan chat tersebut bisa saja tidak terlalu suka ketika disuruh menunggu.
- Perhatikan huruf-huruf yang digunakan ketika melakukan chat, bisa saja jika pengguna salah menggunakan huruf lawan bisa saja terjadi kesalahpahaman.
- Ketika melakukan chat, diusahakan jangan mebicarakan topic yang berkaitan dengan SARA.
- Jika lawan chat sudah tidak mau chat, pengguna jangan memaksakan kehendak kepada lawan chat untuk chat lebih lama lagi. 

3. Etika dalam menggunakan email
Email adalah sarana untuk surat menyurat yang menggunakan internet. Dalam menggunakan email juga harus didasari dengan etika agar maksud dari email tersebut akan sesuai dengan kehendang pengirim email, seperti :
- Jangan menggunakan huruf besar ketika menulis email. Hal tersebut bisa berdampak kesalahpahaman.
- Isi subject sesuai sesuai dengan isi dari email tersebut.
- Jangan mengirimkan pesan-pesan yang tidak penting (iseng).
- Gunakanlah bahasa yang sopang ketika menulis email. Terutama kepada orang yang belum dikenal baik.
- Diusahakan agar jangan menulis sesuatu yang berkaitan dengan kejelekan orang lain.
- Jangan menggunakan CC (Carbon Copy), karena jika penerima melihat email tersebut, semua alamat email yang ditulis di CC akan terlihat juga.
- Jika email tersebut bersifat formal, gunakan susunan selayaknya suratresmi (perihal, pengirim, penerima, pembuka, isi, dan penutup). 

4. Etika dalam menggunakan radio komunikasi
Radio komunikasi adalah salah satu sarana komunikasi yang menggunakan pemancar. Dalam menggunakan sarana ini juga harus menggunakan etika, seperti :
- Memantau frekuensi yang ingin dimasuki.
- Menyebutkan posisi pengguna.
- Menggunakan kata “ganti” pada akhir pembicaraan.
- Memberikan prioritas kepada penyampai berita-berita yang penting.
- Menggunakan bahasa yang sopan.
- Menulis Log Book yang berisikan tentang siapa yang anda ajak untuk berkomunikasi, tanggal melakukan komunikasi, dan waktu ketika melakukan komunikasi.
- Menggunakan Nama Panggilan Juliet Zulu, No Daerah dan Suffiknya, contoh JZ12AR

Etika sangat diperlukan dalam kehidupan sehari – hari. Seseorang yang beretika mampu mengontrol sikap dan tutur katanya terhadap orang lain. Etika yang umum berlaku disuatu Negara belum tentu dinegera lain disebut etika. Contohnya di Indonesia memberi atau menerima dengan menggunakan tangan kanan sedangkan di Negara Amerika member dan menerima dengan tangan kiri adalah hal yang wajar. Jadi etika juga timbul karena adanya lingkungan sekelilingnya. Contoh dari pada etika lainnya adalah :
1.      Tidak meludah didepan orang lain
2.      Berbahasa yang baik dan sopan
3.      Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
4.      Tidak mendengarkan orang yang sedang menerangkan pelajaran
5.      Tidak berkata kasar apalagi kepada kedua orang tua
6.      Suka mencaci maki orang lain
Dari contoh – contoh tersebut dapat kita lihat bahwa etika seseorang intinya adalah menjaga persaan orang lain agar tidak tersinggung atau dirugikan oleh sikap dan tingkah laku seseorang. Etika mengandung nilai – nilai kebaikan dalam pergaulan manusia yang merupakan makhluk social yang berinteraksi antara satu individu dengan individu lainnya. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.

Salah satu contoh etika yang akan saya bahas adalah tidak meludah didepan orang lain. Seperti yang kita ketahui setiap manusia ingin dihargai, jadi ketika orang lain meludah didepan kita maka kita akan merasa tidak dihormati karena ludah merupan suatu cairan yang menurut orang yang tidak meludah adalah menjijikkan, jadi wajar jika orang tersebut marah dan merasa tersinggung. Mungkin untuk sebagian orang meludah didepan kita adalah hal yang wajar tetapi kebanyakan dari kita menganggap perbuatan seperti itu tidak beretika.

Sumber :


Senin, 27 Januari 2014

ETIKA PENGGUNAAN MESIN PENCARI DI INTERNET DALAM MEMBUAT TUGAS PENULISAN


Search Engine atau mesin pencari adalah suatu fasilitas yang pasti pernah digunakan oleh pengguna internet. Dengan mesin pencari ini semua data dan informasi dapat dicari dalam sekejap. Sekarang banyak sekali mesin pencari yang ada di internet, dari yang sering kita dengar seperti Google, Yahoo, sampai yang jarang kita dengar seperti Altavista, Webcrawler dan masih banyak lagi mesin pencari lainnya. Mesin pencari yang baik adalah mesin yang dapat dengan cepat menemukan keyword  atau kata kunci yang dituliskan oleh pengguna mesin pencari tersebut. Mesin pencari yang akurat biasanya akan menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh user.
 
Teknologi Informasi dan Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk:

a. mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;

b. mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan              kesejahteraan masyarakat;

c. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;

    d. membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan   bertanggung jawab;

e. memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi;
 
Search Engine dapat digunakan di gadget – gadget canggih seperti handphone, tablet, laptop dan komputer. dengan cepat informasi akan diperoleh dari pelajar tersebut, akan tetapi dalam menggunakan Search Engine kita harus menggunakan etika yang baik, tidak melakukan plagiat yang merupakan milik orang lain, karena dinegara indonesia mempunyai UU ITE dimana undang – undang tersebut yang mengatur semua kegiatan – kegiatan aktifitas teknologi informasi, indonesia juga mempunyai HAKI dimana HAKI tersebut yang membuat suatu karya penulisan menjadi Hak Kekayaan intelektual bagi si pembuat penulisan tersebut. dengan adanya UU ITE dan HAKI seseorang yang menggunakan karya orang lain tanpa mencantumkan sumber bisa dituntut dan diberikan sangsi.
 
sumber :
 
http://sabillahwahid.blogspot.com/2013/11/etika-penggunaan-mesin-pencari-di.html
 
http://softskilltask.wordpress.com/2014/01/24/tugas2/
 

Senin, 04 November 2013

ETIKA DALAM BERKOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL



Dalam menggunakan social media sendiri kita harus tahu batasan atau etika dalam berkomunikasi. Karena tidak memungkinkannya untuk bertemu muka dengan pihak lain, maka apa yang kita tulis di social media seringkali dapat menjadi boomerang sendiri untuk kita.

Etika dalam berkomunikasi di media social :

1.      Berkata sopan dan satun dalam pemilihan kata-kata. ini memberikan kesan baik   serta kenyamanan juga bagi masyarakat yang membacanya.
2.      Tidak membawa etnis, ras, agama serta unsur seksual dalam sosial media. Hal tersebut  dikarenakan sensitif dalam masyarakat yang dapat memicu keributan bagi diri kita sendiri.
3.      Tidak menjatuhkan nama baik seseorang. Hindari ejekan atau umpatan kepada orang lain karna ini adalah media sosial yang umumnya banyak diketahui dan dimiliki orang lain.
4.    Menghindari plagiat / mengcopy tulisan orang lain tanpa seizinnya. Jadi cobalah untuk saling menghargai.
5.    Menggunakan tulisan yang mudah dipahami, dibaca dan dimengerti tidak seperti bangsa 4L@y yang tulisan serta pemilihan katanya tidak tepat.
6.   Batasi membagi informasi seputar kehidupan pribadi. Terlebih yang sangat pirbadi dan sensitif. Semisal walau di facebook terdapat kolom update status bertuliskan ‘what’s on your mind’ bukan berarti kita bebas mengungkapkan segala yang kita rasakan di sosial media. Alangkah tidak bijaksananya bila semua orang tahu akan permasalahan yang sedang kita hadapi. Baiknya simpan segala hal sensitif untuk diri sendiri dan tidak perlu semua teman di sosial media mengetahuinya.
7.   Hati-hati bila check in place dan mengupdate sedang dimana kita berada.Aplikasi untuk check in place seperti foursquare memang banyak digunakan dan kemudian di share di sosial media. Pemilik akun sosial media suka check in place untuk memberitahu keberadaannya dan sedang melakukan apa. Tanpa disadari, check in place bisa mengundang orang yang berniat jahat kepada kita. Karena orang yang berniat jahat mengetahui dimana kita berada dan dengan siapa kita berada. Pergunakan media check in place dengan bijak. 


Kamis, 13 Juni 2013

KUTIPAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

>> Kutipan Langsung

               “Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78).
·                     Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (keraf,1983:3). Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan (perpera,1928: 168).

g   >> Kutipan Tidak Langsung
jjj
h           Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).


Kamis, 02 Mei 2013

Artikel tentang Android

http://student-brains.blogspot.com/2013/03/membuat-aplikasi-android-dengan-eclipse.html

Kata-kata yang menggunkan Bahasa Inggris :



  • step = langkah
  • plugin = colokin
  • project = proyek
  • source = sumber
  • build = membangun
  • window = jendela
  • manager = menejer
  • package = satu kesatuan
  • support = dukungan
  • activity = aktivitas
  • device = perangkat
  • unique = unik
  • create = membuat
  • identifier = yang diidentifikasikan
  • finish = selesai
  • application = aplikasi
  • workspace = meja kerja
  • browse = mencari
  • layout = tampilan
  • wizard = ahli

Jumat, 25 Januari 2013

L I N G K U N G A N

Ketika bencana alam banjir dan tanah longsor menewaskan puluhan warga, orang2 pun sadar bahwa mereka telah kehilangan semua fungsi hutan. pohon2 peindung yg sekaligus menahan atau menangkap air hujan diperbukitan daratan tinggi pulau itu telah habis ditebang hanya untuk memuaskan nafsu keserakahan materi sesaat.padahal, hasil jual kayu hutan itu sama sekali tidak membuat rakyat sekitar menjadi sejahtera.

sebaliknya, tindakan penebangan kayu hutan itu justru menjadikan penduduk yang sudah sengsaram semakin menderita karena bencana banjir dan longsor yang telah melululantahkan perkampungan mereka. hutan alam yang sebenarnya mampu memberikan manfaat bagi kehidupan mereka berubah menjadi murka dan menimbulkan bencana.

terbukti, kerugian yang ditimbulkan akibat penebangan liar itu sungguh tidak ternilai. selain harta, jiwa manusia juga plasma nutfah serta ekologi sumber daya hutan yang sebenarnya berguna untuk kehidupan manusia juga musnah. fungsi ekonomi, ekologi, dan sosial sumber daya hutan itu hancur sekaligus. tidak ada hutan, tidak ada masa depan.

penebangan liar yang tidak terkendali dewasa ini merupakan masalah serius yg dihadapi sektor kehutanan. kasus ini menjadi sorotan dunia.penebangan liar berlangsung karna didukung lemahnya penegakan hukum.

penebangan liar disertai penjarahan hutan sangat marak terutama di perbatasan kalimantan -- serawak -- karna melibatkan berbagai pihak, mulai dari anggota masyarakat hingga aparat. situasi telah mempercepat laju degradasi hutan tropis indonesia yang sekaligus merupakan paru - paru dunia.

Penebangan liar itu sudah tidak memedulikan lagi apakah yg mereka babat adlh hutan produksi, hutan konservasi, ataupun hutan lindung. kondisi sumber daya hutan (SDH) yg semakin rusak dari hari ke hari tampaknya tidak akan membaik dalam waktu dekat ini. tidak stabilnya politik dan penyelenggaraan kehutanan sejak medio tahun 1998 yang semakin bertambah buruk pada akhir2 inmi menjadi dorongan kuat meningkatnya degradasu dan deforestasi hutan (penurunan dan pemusnahan hutan) "angka penurunan hutan yang kini dinyatakan mencapai 1,6-1,8 juta hektar pertahun sangat mungkin meningkat cepat dalam lima tahun mendatang".

transtoto handari pengamat ekonomi kehutanan memprediksi pengamat ekonomi kehutanan memprediksi. bahkan, bank dunia telah memperkirakan bahwa seluruh hutan alami di sumatera akan hilang pada tahun 2005 - 2010 dan di kalimantan pd tahun 2010 - 2015.

penegakan hukum yang selama ini menjadi titik lemah pengamanan hutan harus diprioritaskan secara sungguh2. integritas moral dalam menjaga kekayaan alam hutan harus mampu ditumbuhkan secara swadiri di setiap aparat kehutaan ataupun pihak2 yang terkait seperti pengusaha perkayuan dan masyarakat.

hal yang tidak boleh dilupakan, tanggung jawab pelestarian pemanfaatan SDH ini bukan hanya berada dipundak departemen kehutanan, melainkan kini justru merupakan tugas utama pemerintah daerah dengan seluruh aparatnya. menurut transtoto, kekayaan SDH yang sangat melimpah seharusnya dapat digunakan sebagai modal kesejahteraan dalam pembangunan nasional dan regional.

Rabu, 05 Desember 2012

Artikel EYD

Artikel EYD

Penulisan Huruf

A. Penulisan Huruf 

1. Huruf kapital atau huruf besar
Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Misalnya:

Kami menggunakan barang produksi dalam negeri.

Siapa yang datang tadi malam?

Ayo, angkat tanganmu tinggi-tinggi!

B. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

Misalnya:

Adik bertanya, ”Kapan kita ke Taman Safari?”

Bapak menasihatkan, ”Jaga dirimu baik-baik, Nak!”

C. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan nama kitab suci, termasuk ganti untuk Tuhan.

Misalnya:

Allah, Yang Mahakuasa, Islam, Kristen, Alkitab, Quran, Weda, Injil.

Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hambanya.

Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

D. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Misalnya:

Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim, RadenWijaya.

E. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

Presiden Yudhoyono, Mentri Pertanian, Gubernur Bali.

Profesor Supomo, Sekretaris Jendral Deplu.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?

Kapten Amir telah naik pangkat menjadi mayor.

Keponakan saya bercita-cita menjadi presiden.

F. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Misalnya:

Albar Maulana

Kemal Hayati

Muhammad Rahyan

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya:

mesin diesel

10 watt

2 ampere

5 volt

G. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa-bangsa dan bahasa. Perlu diingat, posisi tengah kalimat, yang dituliskan dengan huruf kapital hanya huruf pertama nama bangsa, nama suku, dan nama bahasa; sedangkan huruf pertama kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil.

Penulisan yang salah:

Dalam hal ini Bangsa Indonesia yang ….

…. tempat bermukim Suku Melayu sejak ….

…. memakai Bahasa Spanyol sebagai ….

Penulisan yang benar:

Dalam hal ini bangsa Indonesia yang ….

…. tempat bermukim suku Melayu sejak ….

…. memakai bahasa Spanyol sebagai ….

Huruf kapital tidak dipakai sebagi huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya:

keinggris-inggrisan

menjawakan bahasa Indonesia

H. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Misalnya:

tahun Saka

bulan November

hari Jumat

hari Natal

perang Dipenogoro

Huruf kapital tidak dipakai sebagi huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

Misalnya:

Ir. Soekarno dan Drs. Moehammad Hatta memproklamasikankemerdekaan Indonesia.

Perlombaan persenjataan nuklir membawa risiko pecahnyaperang dunia.

I. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.

Misalnya:


Salah

Benar


teluk Jakarta

Teluk Jakarta


gunung Semeru

Gunung Semeru


danau Toba

Danau Toba


selat Sunda

Selat Sunda




Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

Misalnya:

Jangan membuang sampah ke sungai.

Mereka mendaki gunung yang tinggi.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.

Misalnya:

garam inggris

gula jawa

soto madura

J. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, nama resmi badan/
lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.


Misalnya:

Departemen Pendidikan Nasional RI

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Undang-Undang Dasar 1945

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi lembaga pemerintah, ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.

Perhatikan penulisan berikut.

Dia menjadi pegawai di salah satu departemen.

Menurut undang-undang, perbuatan itu melanggar hukum.

K. Huruf kapital dipakai sebagai huruf kapital setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan/ lembaga.

Misalnya:

Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial.

L. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecualikata seperti di, ke, dari, dan, dalam, yang, untuK yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya:

Idrus menulis buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.

Dia agen surat kabar Suara Pembaharuan.

Ia menulis makalah ”Fungsi Persuasif dalam Bahasa Iklan Media Elektronik”.

M. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti Bapak, Ibu, Saudara, Kakak, Adik, Paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

Misalnya:

”Kapan Bapak berangkat?” tanya Nining kepada Ibu.

Para ibu mengunjungi Ibu Febiola.

Surat Saudara sudah saya terima.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai dalam penyapaan.

Misalnya:

Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita.

Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

N. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.

Misalnya:

Dr. : doktor

M.M. : magister manajemen

Jend. : jendral

Sdr. : saudara

O. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

Misalnya:

Apakah kegemaran Anda?

Usulan Anda telah kami terima.



2. Huruf Miring

A. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan.

Misalnya:

majalah Prisma

tabloid Nova

Surat kabar Kompas

B. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.

Misalnya:

Huruf pertama kata Allah ialah a

Dia bukan menipu, melainkan ditipu

Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.

C. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang sudah disesuaikan ejaannya.

Misalnya:

Nama ilmiah padi ialah Oriza sativa.

Politik devide et impera pernah merajalela di benua hitam itu.

Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut.

Negara itu telah mengalami beberapa kudeta (dari coup d’etat)



Penulisan Kata

1. Kata Dasar

Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

Misalnya:

Kantor pos sangat ramai.

Buku itu sudah saya baca.

Adik naik sepeda baru

(ketiga kalimat ini dibangun dengan gabungan kata dasar)



2. Kata Turunan

A. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Misalnya:

berbagai ketetapan sentuhan

gemetar mempertanyakan terhapus

B. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.


Misalnya:

diberi tahu, beri tahukan

bertanda tangan, tanda tangani

berlipat ganda, lipat gandakan

C. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

Misalnya:

memberitahukan

ditandatangani

melipatgandakan

 Bentuk Ulang

Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.

Misalnya:

anak-anak, buku-buku, berjalan-jalan, dibesar-besarkan, gerak-gerik, huru-hara, lauk-pauk,

mondar-mandir, porak-poranda, biri-biri, kupu-kupu, laba-laba.



Gabungan Kata

A. Gabungan kata yang lazim disebutkan kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.

Misalnya:

duta besar, kerja sama, kereta api cepat luar biasa, meja tulis, orang tua, rumah sakit, terima kasih, mata kuliah.

B. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan salah pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang berkaitan.

Misalnya:

alat pandang-dengar (audio-visual), anak-istri saya (keluarga), buku sejarah-baru (sejarahnya yang baru), ibu-bapak (orang tua), orang-tua muda (ayat ibu muda) kaki-tangan penguasa (alat penguasa)

C. Gabungan kata berikut ditulis serangkai karena hubungannya sudah sangat padu sehingga tidak dirasakan lagi sebagai dua kata.

Misalnya:

acapkali, apabila, bagaimana, barangkali, beasiswa, belasungkawa, bumiputra, daripada, darmabakti, halal-bihalal, kacamata, kilometer, manakala, matahari, olahraga, radioaktif, saputangan.

D. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.

Misalnya:

adibusana, antarkota, biokimia, caturtunggal, dasawarsa, inkonvensional, kosponsor,

mahasiswa, mancanegara, multilateral, narapidana, nonkolesterol, neokolonialisme, paripurna,

prasangka, purna-wirawan, swadaya, telepon, transmigrasi.

Jika bentuk terikan diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur kata itu

ditulisakan tanda hubung (-).

Misalnya: non-Asia, neo-Nazi

1. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya

Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk singkat kata aku danengkau, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.



aku bawa, aku ambil menjadi kubawa, kuambil

engkau bawa, engkau ambil menjadi kaubawa, kauambil

Misalnya:

Bolehkan aku ambil jeruk ini satu?

Kalau mau, boleh engkau baca buku itu.

Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut ini.

Bolehkah kuambil jeruk ini satu?

Kalau mau, boleh kaubaca buku itu.

Kata Depan di, ke, dan dari

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dandaripada.

Misalnya:

Tinggalah bersama saya di sini.

Di mana orang tuamu?

Saya sudah makan di rumah teman.

Ibuku sedang ke luar kota.

Ia pantas tampil ke depan.

Duduklah dulu, saya mau ke dalam sebentar.

Bram berasal dari keluarga terpelajar.

Akan tetapi, perhatikan penulisan yang berikut.

Kinerja Lely lebih baik daripada Tuti.

Kami percaya kepada Ada.

Akhir-akhir ini beliau jarang kemari.

Kata Sandang si dan sang

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:


Salah

Benar


Sikecil

si kecil


Sipemalu

si pemalu


Sangdiktator

sang diktator


Sangkancil

sang kancil


Partikel

A. Partikel –lah dan –kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

Bacalah peraturan ini sampai tuntas.

Siapakah tokoh yang menemukan radium?

B. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

Apa pun yang dikatakannya, aku tetap tak percaya.

Satu kali pun Dedy belum pernah datang ke rumahku.

Bukan hanya saya, melainkan dia pun turut serta.

Catatan:

Kelompok berikut ini ditulis serangkaian, misalnya adapun, andaipun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun.

Misalnya:

Adapun sebab-musababnya sampai sekarang belum diketahui.

Bagaimanapun juga akan dicobanya mengajukan permohonan itu.

Baik para dosen maupun mahasiswa ikut menjadi anggota koperasi.

Walaupun hari hujan, ia datang juga.

C. Partikel per yang berarti (demi), dan (tiap) ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.

Misalnya:

Mereka masuk ruang satu per satu (satu demi satu).

Harga kain itu Rp 2.000,00 per meter (tiap meter).



C. Pemakaian Tanda baca

Tanda titik (.)

A. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya:

Ayahku tinggal di Aceh.

Anak kecil itu menangis.

Mereka sedang minum kopi.

Adik bungsunya bekerja di Samarinda.

B. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf pengkodean suatu judul bab dan subbab.

Misalnya:

III. Departemen Dalam Negeri

A. Direktorat Jendral PMD

B. Direktorat Jendral Agraria

1. Subdit ….

2. Subdit ….



I. Isi Karangan 1. Isi Karangan

A. Uraian Umum 1.1 Uraian Umum

B. Ilustrasi 1.2 Ilustrasi

1. Gambar 1.2.1 Gambar

2. Tabel 1.2.2 Tabel

3. Grafik 1.2.3 Grafik

Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka pada pengkodean sistem digit jika angka itu merupakan yang terakhir dalam deret angka sebelum judul bab atau subbab.

C. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu dan jangka waktu.

Misalnya:

pukul 12.10.20 (pukul 12 lewat 10 menit 20 detik)

12.10.20 (12 jam, 10 menit, dan 20 detik)

D. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Misalnya:

Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.

Lihat halaman 2345 dan seterusnya.

Nomor gironya 5645678.

E. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Lawrence, Marry S, Writting as a Thingking Process. Ann Arbor: University of Michigan Press, 1974.

F. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya:

Calon mahasiswa yang mendaftar mencapai 20.590 orang.

Koleksi buku di perpustakaanku sebanyak 2.799.

G. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul buku, karangan lain, kepala ilustrasi, atau tabel.

Misalnya:

Catur Untuk Semua Umur (tanpa titk)

Gambar 1: Bentuk Surat Resmi Indonesia Baru (tanpa titik)

H. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim atau tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

Misalnya:

Jakarta, 11 Januari 2005 (tanpa titik)

Yth. Bapak. Tarmizi Hakim (tanpa titik)

Jalan Arif Rahman Hakim No. 26 (tanpa titik)

Palembang 12241 (tanpa titik)

Sumatera Selatan (tanpa titik)

Kantor Pengadilan Negeri (tanpa titik)

Jalan Teratai II/ 61 (tanpa titik)

Semarang 17350 (tanpa titik)

Tanda koma (,)

A. Tanda koma dipaki di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya:

Reny membeli permen, roti, dan air mineral.

Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus, memerlukan prangko.

Menteri, pengusaha, serta tukang becak, perlu makan.

B. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

Misalnya:

Saya ingin datang, tetapi hari hujan.

Didik bukan anak saya, melainkan anak Pak Daud.

C. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Misalnya:


Anak Kalimat

Induk Kalimat


Kalau hujan tidak reda

saya tidak akan pergi


Karena sakit,

kakek tidak bisa hadir




Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak itu mengiringi induk kalimatnya.

Misalnya:




Induk Kalimat

Anak Kalimat


Saya tidak akan pergi

kalau hujan tidak reda.


Kakek tidak bisa hadir

karena sakit.


D. Tanda koma harus dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

Misalnya:

Meskipun begitu, kita harus tetap jaga-jaga.

Jadi, masalahnya tidak semudah itu.

E. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:

O, begitu?

Wah, bagus, ya?

Aduh, sakitnya bukan main.

F. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Misalnya:

Kata ibu, ”Saya berbahagia sekali”.

”Saya berbahagia sekali,” kata ibu.

Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:

Surat ini agar dikirim kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta Pusat. Sdr. Zulkifli Amsyah, Jalan Cempaka Wangi VII/11, Jakarta Utara 10640

Jakarta, 11 November 2004

Bangkok, Thailand

G. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.

Misalnya:

Lamuddin Finoza, Komposisi Bahasa Indonesia,(Jakarta: Diskusi Insan Mulia, 2001), hlm. 27.

H. Tanda koma dipakai di antara orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:

A. Yasser Samad, S.S.

Zukri Karyadi, M.A.

I. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Misalnya:

Guru saya, Pak Malik, Pandai sekali.

Di daerah Aceh, misalnya, masih banyak orang laki-laki makan sirih.

Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti praktik komputer.

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang tidak diapit oleh tanda koma.

Semua siswa yang berminat mengikuti lomba penulisan resensi segera mendaftarkan namanya kepada panitia.

J. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Misalnya:

Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersunguh-sungguh.

Atas pertolongan Dewi, Kartika mengucapkan terima kasih.

K. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Misalnya:

”Di mana pameran itu diadakan?” tanya Sinta.

”Baca dengan teliti!” ujar Bu Guru.



Tanda Titik Koma (;)

A. Tanda titik koma untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Misalnya:

Hari makin siang; dagangannya belum juga terjual.

B. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

Ayah mencuci mobil; ibu sibuk mengetik makalah; adik menghapal nama-nama menteri; saya sendiri asyik menonton siaran langsung pertandingan sepak bola.

C. Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan unsur-unsur dalam kalimat kompleks yang tidak cukup dipisahkan dengan tanda koma demi memperjelas arti kalimat secara keseluruhan.

Misalnya:

Masalah kenakalan remaja bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab para orang tua, guru, polisi, atau pamong praja; sebab sebagian besar penduduk negeri ini terdiri atas anak-anak, remaja, dan pemuda di bawah umur 21 tahun. 

Sumber : http://endonesa.wordpress.com/bahasan-bahasa/eyd/